Wednesday, August 9, 2017

Menangani Pullet Masuk Baterai

Pemeliharaan ayam petelur berbeda dengan ayam pedaging dan memerlukan penanganan khusus. Selama hidupnya, ayam petelur biasa menempati 2 tipe kandang yaitu kandang pembesaran (kandang starter – grower) dan kandang produksi (kandang baterai), sehingga pada waktu tertentu ayam akan mengalami masa pindah kandang. Keberhasilan manajemen pindah kandang ini akan mempengaruhi produktivitas ayam.




Mengapa Pullet dipindah ke Kandang Baterai?
Sistem pemeliharaan ayam petelur masa produksi yang umum diterapkan di Indonesia adalah sistem kandang baterai yang berisi antara 1–3 ekor tiap kandangnya. Tujuan dari sistem pemeliharaan ini adalah untuk mempermudah dalam kontrol kondisi ayam, telur yang dihasilkan bersih (tidak bercampur dengan kotoran), dan mempermudah proses pengambilan telur. Dengan demikian ayam harus dipindahkan dari kandang postal ke kandang baterai sebelum mulai berproduksi.
Perubahan kondisi kandang ini tentunya akan membuat ayam harus beradaptasi terhadap beberapa perubahan, seperti perubahan ukuran kandang yang menjadi lebih sempit, perubahan posisi dan tipe tempat ransum serta tempat minum, kemudian perubahan kondisi lingkungan. Dengan segala perubahan tersebut, tidak menutup kemungkinan ayam akan stres. Untuk meminimalisir efek negatif tersebut, pindah kandang sebaiknya dilakukan dengan cepat dan tepat dan selesai dalam waktu satu hari.

Kapan Waktu yang Tepat Pindah Kandang?
Pindah kandang sebaiknya dilakukan maksimal 2 minggu sebelum ayam masuk masa produksi, agar ayam memiliki rentang waktu beradaptasi dengan kondisi baru. Meski begitu, ada 2 alternatif waktu yang bisa dipilih oleh peternak, yaitu:
·         Masa transisi dari starter ke grower
Pindah kandang saat masa transisi (umur + 42 hari) akan memberikan waktu adaptasi lebih lama bagi ayam. Waktu pindah kandang ini memberikan keuntungan yaitu pencapaian bobot badan lebih baik, karena persaingan antar ayam dalam makan dan minum lebih kecil. Namun kelemahannya adalah pengamatan keseragaman ayam akan lebih sulit dan lebih cepat dalam penularan penyakit (terutama jika tempat ransum dan minum terbuat dari paralon).
·         Saat akhir masa grower
Pindah kandang pada masa ini berkisar umur 12 – 14 minggu. Pada umur 12 minggu ayam telah mencapai dimensi akhir pembentukan kerangka tubuh (frame size). Sehingga pada umur ini juga dilakukan penimbangan berat badan pullet (grading). Pindah kandang pada fase akhir grower harus dilakukan dengan lebih hati-hati sehingga stres dapat ditekan dan ayam dapat lebih cepat beradaptasi dengan kondisi kandang baru sehingga feed dan water intake dapat tercapai sesuai standar.


Persiapan Pindah Kandang
Seperti halnya saat chick-in, pemindahan ayam ke kandang baterai pun perlu persiapan, meliputi persiapan kandang baru dan persiapan kondisi ayam yang akan dipindah:
·         Kandang baru harus bersih dari kotoran, litter bekas, feses, bulu, serta eksudat/lendir dari ayam periode sebelumnya. Kandang harus dicuci dengan sabun, kemudian didesinfeksi dengan Formades atau Sporades.
·         Bersihkan dan desinfeksi peralatan kandang, seperti paralon, tempat ransum, tempat minum maupun nipple drinker. Lakukan flushing pada paralon (saluran air) dengan hidrogen peroksida untuk menghilangkan biofilm.
·         Pastikan kandang dan peralatannya berfungsi optimal dan lakukan perbaikan jika terjadi kerusakan.
·         Kandang yang telah dibersihkan dan didesinfeksi diistirahatkan selama minimal 14 hari.

Sebelum pindah kandang, kondisi ayam juga perlu diperhatikan:
·         Timbang bobot badan ayam dan hitung keseragamannya, kemudian lakukan pengelompokan sesuai bobotnya. Ayam yang memiliki bobot kurang dari standar sebaiknya dipisahkan atau diafkir. Untuk peternak yang membeli pullet, penimbangan dilakukan saat sampai di kandang baterai.
·         Lakukan vaksinasi 2 – 3 minggu sebelum pullet dipindahkan ke kandang baterai. Tujuannya agar saat masa produksi ayam memiliki titer protektif terhadap penyakit yang menimbulkan gangguan produksi telur, seperti AI, ND, IB dan EDS.
·         Berikan obat cacing 3 hari sebelum pindah kandang (jika diperlukan)
·         Kandang yang telah didesinfeksi diistirahatkan selama minimal 14 hari


Saat Pindah Kandang
Pelaksanaan pindah kandang sebaiknya dilakukan dengan cepat dan tepat, langkahnya adalah sebagai berikut:
·         Penangkapan dilakukan pada malam, pagi atau sore hari saat kondisi kandang tidak panas.
·         Ayam ditangkap dengan hati-hati agar tidak stres.
·         Saat pindah kandang, sebaiknya ayam dipuasakan namun tetap diberikan air minum.
·         Pastikan sirkulasi udara pada tumpukan keranjang ayam lancar. Sirkulasi udara yang kurang optimal akan menyulitkan ayam mendapatkan oksigen yang cukup. Namun jika aliran udara terlalu kencang akan memicu penyakit saluran pernapasan.

·         Gunakan alat pengangkut ayam yang berkualitas, seperti Keranjang Ayam.
·         Atur jumlah atau kapasitas ayam yang dimasukkan ke dalam keranjang. Isi keranjang yang terlalu padat dapat memicu ayam cacat, stres, bahkan meningkatkan kasus kematian.
·         Sebelum digunakan, semua peralatan yang digunakan untuk pindah kandang harus dibersihkan dan didesinfeksi, misalnya denganMedisep.
·         Hindari hal yang dapat memperlambat perjalanan karena dapat meningkatkan resiko stres pada ayam.

Penanganan Pullet di Kandang Baterai
Saat ayam sampai ke kandang baru, sebaiknya segera dipindahkan ke baterai. Handling saat pemindahan ayam dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari stres dan kecacatan terutama di bagian sayap dan kaki. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat ayam telah menempati kandang baru antara lain:
·         Berikan minum pada ayam
Pastikan ayam dapat mengakses air minum dengan mudah dan sesegera mungkin. Selama proses pindah kandang, ayam akan kehilangan cairan tubuhnya. Tambahkan vitamin seperti Vita Stress untuk mengurangi stres dan memperbaiki kondisi tubuh ayam. Pemberian air gula juga dapat dilakukan, terutama untuk pullet yang datang dari jauh (lokasi pembeliannya jauh, red).
·         Jika menggunakan nipple drinker (ND-360), tambahkan intensitas cahaya atau tingkatkan tekanan air agar ayam lebih mudah menemukanND-360. Lakukan kontrol terhadap tetesan air pada nipple drinker agar tidak membasahi ayam dan kandang. Kurangi tekanan air jika ayam sudah menemukan ND-360. Selain itu ND-360 bisa diletakkan di depan ayam dan selanjutnya secara bertahap dipindahkan ke bagian atas kandang.
·         Berikan ransum pada ayam
Pemberian ransum dilakukan setelah ayam diberi air minum. Berikan ransum dengan kualitas dan jumlah sesuai dengan kebutuhan.
·         Jika pullet dalam kondisi lemah, misalnya akibat perjalanan jauh, maka boleh diberi antibiotik karena ayam akan mudah terinfeksi kuman saat kondisinya lemah. Tujuan lain pemberian antibiotik ini adalah untuk cleaning program.
·         Atur pencahayaan
Berikan tambahan pencahayaan selama 24 jam pada hari pertama. Kondisi terang dalam kandang akan mempermudah ayam untuk menemukan posisi tempat minum dan ransum. Setelah ayam beradaptasi dengan kandang baru, pencahayaan dapat dikurangi secara bertahap.
·         Lakukan pemantauan kondisi ayam secara rutin, meliputi tingkat konsumsi ransum dan air minum, suhu dan kelembaban kandang, pertambahan bobot badan (kontrol dilakukan setiap minggu hingga ayam mencapai puncak produksi), dan perkembangan henday (HD) serta berat telur. Pemantauan ini bermanfaat untuk mengetahui sejauh mana ayam dapat beradaptasi dengan kandang baru. Selain itu dapat juga untuk mengevaluasi pencapaian target produksi sehingga jika terdapat hal yang kurang sesuai segera dapat diperbaiki agar produktivitas ayam kembali optimal.
Demikian beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat pullet mulai dipindahkan ke kandang baterai. Semoga bermanfaat. (https://info.medion.co.id/)

No comments:
Write komentar

Google+ Followers

Followers

Total Tayangan