Sunday, August 13, 2017

Pemeliharaan Ayam di Kandang Baterai Koloni



Kandang merupakan salah satu komponen yang menentukan keberhasilan usaha peternakan ayam. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa saat ini bahwa ayam petelur lebih dominan dipelihara di kandang postal dan baterai. Meskipun kedua tipe kandang tersebut hingga kini masih umum digunakan, belakangan muncul peternak yang menggunakan kandang koloni, mulai dari fase starterhingga fase layer.

Kandang koloni sendiri merupakan kandang yang dimaksudkan untuk menampung populasi ayam dalam satu kelompok. Sama halnya dengan kandang postal dan baterai konvensional (bersekat dan berisi 1-2 ekor), pemeliharaan ayam di kandang koloni juga memerlukan perhatian khusus, dimulai saat ayam masuk kandang (chick-in) hingga afkir. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain mengenai ukuran kandang, kepadatan, sirkulasi udara, manajemen ransum dan air minum, serta berbagai hal krusial lainnya.


Sekilas tentang Kandang Koloni

Pada prinsipnya kandang koloni hampir sama dengan kandang tipe baterai. Hanya saja, jika dalam satu kotak (sekatan) kandang baterai konvensional digunakan untuk memelihara 1 – 2 ekor ayam petelur, kandang koloni digunakan untuk menampung anak ayam (DOC) atau ayam dewasa dalam jumlah banyak dalam satu sekatan sekaligus. Tentunya tingkat kepadatan ayam disesuaikan dengan ukuran kandang koloni yang dibuat.

Di lapangan sendiri, kandang koloni memiliki banyak variasi dan sering dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan peternak. Variasi ini boleh saja dilakukan, dengan syarat ayam harus tetap merasa nyaman dipelihara di dalamya.

Menurut pengamatan Technical ServiceMedion, penggunaan kandang koloni di lapangan pada umumnya menggunakan 2 – 3 jenis kandang yang memiliki ukuran yang berbeda. Untuk ayam fasestarter dan grower dapat menggunakan kandang yang sama, namun perlu dilakukan penjarangan. Sedangkan jika ayam sudah memasuki fase layer, maka dilakukan pemindahan ke kandang yang ukurannya lebih besar.


Kandang Koloni Fase Starter – Grower (0 – 12 minggu)

Pada pemeliharaan ayam petelur secara umum, pemeliharaan fase starter dan growerdilakukan di kandang postal atau kandang panggung. Tipe pemeliharaan ini rupanya memiliki kekurangan, antara lain tidak terkontrolnya feed intake (konsumsi ransum) dan keseragaman berat badan ayam yang rendah. Pergerakan ayam yang terlalu bebas akan berisiko menghasilkan berat badan ayam yang tidak sesuai standar karena ayam banyak mengeluarkan energi saat bergerak. Padahal pencapaian berat badan pullet sesuai standar sangat menentukan performa ayam petelur di masa produksi. Untuk meminimalkan terjadinya kedua hal tersebut, pemakaian kandang koloni bisa menjadi salah satu alternatif solusi.

Kandang koloni untuk fase starter dan growermemiliki struktur dan ukuran yang sama. Ayam fasestarter dipelihara dalam kandang koloni dari umur 1 – 35 hari (0 – 5 minggu). Pada dasarnya pemeliharaan ayam fase ini memiliki prinsip yang sama dengan pemeliharaan di kandang postal dan panggung. Anak ayam masih memerlukan pengenalan terhadap tempat ransum, tempat minum, dan diperlukan pemanas pada saat awal pemeliharaan. Namun bedanya, anak ayam dipelihara di ruangan yang lebih sempit dengan kapasitas yang lebih rendah.

Satu kotak (box) kandang koloni fase starter –grower memiliki dimensi panjang 120 cm x lebar 70 cm x tinggi 35 cm.








Pada pemeliharaan fase starter yaitu umur 1 – 3 hari pertama, ransum dapat diberikan menggunakan tempat ransum berbentuk nampan (NRDOC/Nampan Ransum DOC) atau tempat ransum paralon (ditempatkan di luar kandang (Gambar 1)). Namun jika peternak menggunakan kandang kolonimodern, maka ransum diberikan menggunakan tempat ransum otomatis (konveyor).

Setelah ayam berumur 4 hari hingga fasegrower selesai, NRDOC dapat diganti seluruhnya dengan tempat ransum paralon atau konveyor. Sedangkan untuk tempat minum dapat menggunakan galon ukuran 1 liter (hingga umur seminggu), atau menggunakan nipple drinker sejak awal pemeliharaan hingga fase grower.

Kebutuhan pemanas (IGM) untuk kandang koloni fase starter ini bisa disamakan dengan kandang postal (konvensional), dengan kapasitas maksimal 1 IGM untuk 750-1000 ekor anak ayam. Namun jika konstruksi kandang pendek, dapat menggunakan lampu bohlam (lampu pijar) 1 buah untuk masing-masing box kandang koloni dengan daya 25 – 40 volt. Pengaturan sistem indukan buatan ini juga bisa dilakukan dengan mengombinasikan penggunaan lampu bohlam dan IGM.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, pada fase grower hingga 12 minggu, ayam tetap diperlihara pada kandang yang sama, hanya saja kepadatannya dikurangi. Pada umur 7 – 12 minggu ini kepadatannya berkisar 12 – 13 ekor untuk setiap kandang koloni. Mengenai manajemen pengambilan kotoran/fesesnya, untuk kandang koloni manual (Gambar 1 dan 2) pengambilan dilakukan secara manual. Pengambilan kotoran ayam ini hendaknya dilakukan minimal 2 kali dalam seminggu.


Kandang Koloni Fase Grower – Layer (13 minggu– afkir)

Mulai umur 13 minggu ayam dipindahkan ke kandang koloni layer. Sama halnya dengan pemeliharaan ayam petelur konvensional, proses pindah kandang ini dimaksudkan agar ayam dapat melakukan adaptasi dengan lingkungan kandang koloni yang baru. Setelah memasuki umur produksi (mulai 18 minggu) ayam tetap dipelihara di kandang yang sama hingga diafkir.

Kandang koloni layer memiliki dimensi lebih luas, lebih tinggi, dan bisa terdiri dari 3 – 4 tingkat jika dibandingkan dengan kandang fase starter – grower.Dimensi kandang koloni tersebut adalah panjang 50 cm x lebar 40 cm x tinggi 40 cm.

Dengan luasan kandang tersebut, idealnya satu kotak kandang berkapasitas 5 – 6 ekor ayam. Pada kandang koloni konvensional, tempat ransum yang digunakan bisa berupa paralon, dan tempat minumnya berupa nipple drinker. Sedangkan untuk kandang koloni modern, tempat ransumnya menggunakan sistem konveyor, dan tempat minumnya berupa nipple drinker.



Pada saat fase bertelur, proses pengambilan telur dan penanganan kotoran (feses) pada kandang koloni ini dapat dilakukan secara manual atau dengan menggunakan konveyor.
Apakah Kandang Koloni Lebih Baik daripada Kandang Postal dan Baterai Konvensional?

Pada dasarnya pemeliharaan ayam di kandang koloni (manual dan otomatis) memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti tercantum pada Tabel 1.


Demikian bahasan tentang kandang koloni untuk edisi kali ini. Semoga artikel ini bisa memberikan gambaran kandang ayam petelur tipe baru yang bisa menjadi alternatif bagi peternak di Indonesia. Dengan mengetahui beberapa kelebihan dan kelemahannya, tentunya kita nanti dapat menentukan model kandang seperti apa yang akan kita gunakan untuk pemeliharaan ayam petelur, sehingga akan menambah keuntungan yang diperoleh. Semoga bermanfaat. (http://info.medion.co.id).

No comments:
Write komentar

Google+ Followers

Followers

Total Tayangan